ALEXA
Sejarah
ALEXA berawal dari pertemanan Satrio dan JMono. Satrio yang merupakan ex-gitaris Maliq n D’essentials dan JMono yang adalah session bassist dari beberapa band termasuk Parkdrive memiliki ide untuk membuat sebuah proyek musik yang mereka impikan sejak dulu.
Untuk mewujudkan rencana tersebut mereka membuat beberapa lagu yang akan menjadi dasar konsep musik yang mereka inginkan. Mengambil dasar dari musik rock yang merupakan influence mereka di awal karir musiknya, mereka membuat beberapa lagu dan akhirnya bertemu dengan beberapa teman mereka yang dianggap cocok untuk mendukung musik tersebut. Rizki yang tergabung dalam Manis Sedap Songwriting Team pada posisi gitar, Fajar drummer Stepforward dan Aqi yang pernah tergabung dalam Tiket setuju untuk bergabung dalam proyek musik ini.
Setelah
mereka bertemu dan membicarakan konsep musik yang mereka inginkan,
mereka akhirnya memilih ALEXA sebagai nama band mereka. "Kenapa ALEXA?
Karena kami sepakat untuk memiliki nama band yang biasa dijadikan nama
seseorang dan terutama wanita, agar seimbang dengan kami yang cowok
semua, seperti konsep yin-yang. Kebetulan dari list yang ada ALEXA
adalah yang paling gampang diingat merupakan nama salah satu Dewi di
Yunani. ujar Fajar.

Setelah mereka bertemu dan membicarakan konsep musik yang mereka inginkan, mereka akhirnya memilih ALEXA sebagai nama band mereka. "Kenapa ALEXA? Karena kami sepakat untuk memiliki nama band yang biasa dijadikan nama seseorang dan terutama wanita, agar seimbang dengan kami yang cowok semua, seperti konsep yin-yang. Kebetulan dari list yang ada ALEXA adalah yang paling gampang diingat merupakan nama salah satu Dewi di Yunani. ujar Fajar.
Kemudian konsep
musik yang ditawarkan oleh ALEXA adalah powerpop dengan basic mainstream
rock. "Konsep musik ALEXA sebenarnya simple, kita membuat musik yang
memang kita sukai, bisa kita nikmati atau setidaknya mewakilkan perasaan
kita saat membuat musik tersebut." , ucap Satrio. Musik ALEXA tidak
dipungkiri sangat terpengaruh oleh latar belakang masing-masing personil
yang memang berbeda-beda. Satrio memang mendengarkan segala macam musik
mungkin berat ke pop,soul dan Jazz seperti gue, dan Rizky juga banyak
terpengaruh musik yang sama tapi dengan tambahan musik rock atau pun Aqi
yang kental dengan Alternative Rock dan Fajar yang sangat menggemari
Hardcore-Metal sehingga untuk spesifikasi genre kita serahkan ke
masyarakat. ,sambut JMono. Penggabungan konsep musik itu menjadikan
musik yang mereka inginkan dan dari segi penulisan lirik, ALEXA
didominasi dari pengalaman pribadi ataupun teman-teman sekitar. Di dalam
musik ALEXA terkandung lirik mengenai cinta, ketuhanan dan kehidupan.
Akhirnya, setelah membuat band dengan konsep yang mereka inginkan, ALEXA
berangkat menuju dunia musik dengan merekam album debut mereka dibawah
naungan Soundsation dan Warner Music Indonesia. Pada 2008 ini, mereka
meluncurkan album debut mereka. "Mungkin cita-cita kita juga sesimpel
seperti keinginan kita bermusik , bisa bermusik dengan fun dan pastinya
dapat diterima dengan baik oleh semua orang." Ujar Aqi. " Kalau bisa
didengar oleh manusia Mars. ,tambah Rizki. (wikipedia.org dan
alexatheband.com)

