sOn7
Sheila on 7 adalah salah satu grup musik populer Indonesia yang berdiri pada 6 Mei 1996 di Yogyakarta. Grup yang beranggotakan Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross (Eross Candra, gitar), Adam (Adam Muhammad Subarkah, bass), serta Brian (Brian Kresna Putro, drum) ini pada awalnya bernama “Sheila” (bahasa Celtic: musikal). Kata “Gank” kemudian ditambahkan sehingga menjadi “Sheila Gank”. Kata inipun akhirnya diubah menjadi “on 7″, yang diambil dari tujuh tangga nada dalam musik.

Sheila on 7 telah beberapa kali mengalami perubahan susunan anggota. Pada Oktober 2004 Brian masuk menggantikan Anton yang dikeluarkan karena dianggap tidak disiplin. Lalu pada Maret 2006 Sakti mundur dari Sheila on 7 untuk belajar agama di Pakistan.
Setelah
sibuk dengan masing masih project nya kini waktunya Sheila On 7 akan
merilis album ke-6 nya yang issue nya akan di beri judul “Menentukan
Arah”. Album ini merupakan album pertama Sheila On 7 yang di garap tanpa
sound enginer. Single pertama di album ke-6 ini berjudul “Betapa” yang
rilis pada minggu ke dua juni 2008 dan sudah mulai masuk di beberapa
chart radio radio tanah air.
Berikut Adalah Profil Dari Para Personil SO7:
Akhdiyat Duta Modjo

Eross Candra

>
Adam Muhammad Subarkah

Brian Kresna Putro
Brian
Kresna Putro biasa disapa Brian adalah pria kelahiran Jakarta, 22
Januari 1981 yang bertinggi badan 168 cm dan beragama Islam. Brian
merupakan drummer dari grup musik Indonesia Sheila on 7 yang
menggantikan posisi dari Anton Widi Astanto yang sudah keluar dari band
tersebut. Ia juga anak pertama dari 3 bersaudara dan pernah kluliah di
Sarjana Ekonomi Universitas Atmajaya Jakarta, cita-citanya sebagai
musisi.

Biografi:
Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.
Sampai
saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang
sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka
berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, dimana ide-ide atau kreasi
dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik
yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.
Pada
awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka
menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena
masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”,
“on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).
Sejak
awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan
keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun
pertunjukan komersil di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah,
kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan
membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label
“Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) di tahun 1997 milik Radio Geronimo
105.8 FM & G-Indie Production di Yogyakarta, dimana program ini
adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio
swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan
lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman
komersial.
Dalam
program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, dimana request
dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu ‘Kita’,
menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang
Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997.
Menunjuk
pada hal tersebut, “Sheila on 7” mampu untuk merefleksikan dirinya dan
menjadikannya sebagai tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi
yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7
memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony
Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya
Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.
